FP4 NTB Kawal Dugaan Korupsi Koni Mataram Rp. 15.5 Miliar

Avatar photo

Senin, 22 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TALENTAFK.COM – Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4 NTB), pada Kamis 18 Juli 2034, menggelar hearing ke Kantor Kejaksaan Negeri Mataram. Mereka menanyakan soal perkembangan kasus dugaan korupsi dana hibah yang diterima KONI Mataram dalam tiga tahun terakhir sejumlah Rp 15,5 miliar.

Direktur FP4 NTB Lalu Habiburrahman mengungkapkan tujuan kedatangannya menanyakan perkembangan kasus KONI Mataram karena publik menilai bahwa kasus tersebut terkesan diulur-ulur.

Habib juga mengungkapkan komitmennya untuk mengawal kasus dugaan penyelewengan uang negara itu hingga tuntas.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami yakin kejaksaan berubah ke arah lebih baik. Izin Pak Kasi, Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas,” ungkap Habib yang disambut kata siap dari Kasi Intel Kejari Mataram Harun Al Rasyid, pekan lalu.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Mataram Harun mengutarakan bahwa publik berhak menanyakan soal itu. Bahkan, wartawan juga sering menanyakan perkembangan kasus tersebut.

Dia menegaskan komitmen untuk terus lakukan penyelidikan dengan apa yang dibutuhkan.

“Jika ada yang berpikir kasus ini terkesan diulur, kami tidak hanya tangani kasus KONI. Ada kasus lain juga yang perlu dicari peristiwa pidananya,” kata Harun.

Secara keseluruhan, kata Harun, marwah kejaksaan lagi naik-naiknya. Terpenting, pihaknya punya komitmen.

“Intinya, kami harus teliti. Kami akan sempurnakan semua tahapan agar masyarakat juga bisa menerima hasil atas kinerja kami,” ucapnya.

Baca Juga :  Modus Oknum Debt Collector Tipu Korban Hingga Korbanya Nyaris Jadi Tersangka

“Kesimpulannya nanti saat gelar perkara. Ada ekspose. Jadi, bukan karena pandangan saya sendiri,” tambah Harun.

Diketahui, KONI Kota Mataram selama 3 tahun terakhir mendapatkan dana hibah dari Pemkot Mataram sebesar Rp 15,5 miliar.

Rinciannya, hibah yang turun tahun 2021 mendapatkan anggaran sebesar Rp 2 miliar, tahun 2022 sebesar 3,5 miliar. Sedangkan tahun 2023 sebesar Rp 10 miliar.

Nominal Rp 10 miliar tahun 2023 itu, diperuntukkan untuk pekan olahraga provinsi (porprov) senilai Rp 8 miliar. Sedangkan Rp 2 miliar untuk operasional.

TALENTA FM TERKAIT

Kejari Loteng Mulai Proses Laporan Kasus Dugaan Penyelewengan DD/ADD Selong Belanak
Nyarlak! Kadis Koperasi Loteng Diduga Miliki Koperasi Pribadi dan Ikut Tender di Dinasnya Sendiri
Kok Bisa ya? Ketua DPC PPP Loteng Diduga Gelapkan Dana PIP
Penangkapan Warga dan 4 Jurnalis oleh Israel, Persiari Prihatin dan Nyatakan Sikap
Sidang Pledoi Kasus PPJ, Terdakwa: Bila Diputus Bersalah, Bahaya Bagi Nasib Seluruh Kepala Bapenda di Indonesia
MND Dilaporkan ke Polisi oleh M.Sahiburrahban Diduga Palsukan Surat
Nursalim Sebut Pimpinan DPRD Tahu Soal Rasionalisasi Pokir Mantan Dewan
Kontraktor Pemberi Dana dan Dewan Lain Yang Menerima Dalam Kasus “Dana Siluman” DPRD Diminta Turut Diusut

TALENTA FM TERKAIT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Kejari Loteng Mulai Proses Laporan Kasus Dugaan Penyelewengan DD/ADD Selong Belanak

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:49 WITA

Nyarlak! Kadis Koperasi Loteng Diduga Miliki Koperasi Pribadi dan Ikut Tender di Dinasnya Sendiri

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:47 WITA

Kok Bisa ya? Ketua DPC PPP Loteng Diduga Gelapkan Dana PIP

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:54 WITA

Penangkapan Warga dan 4 Jurnalis oleh Israel, Persiari Prihatin dan Nyatakan Sikap

Selasa, 28 April 2026 - 06:03 WITA

Sidang Pledoi Kasus PPJ, Terdakwa: Bila Diputus Bersalah, Bahaya Bagi Nasib Seluruh Kepala Bapenda di Indonesia

TALENTA FM TERBARU