TALENTAFM.COM – LSM Kasta NTB DPD Lombok Timur (Lotim) minta agar Izin Usaha Pemamfaatan Jasa Lingkungan (IUPJL) yang diberikan kepada PT. Eco Solutions Lombok (ESL) dievaluasi.
Permintaan Kasta NTB Lotim tersebut, disampaikan dalam hearing yang dilakukan di Kantor Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, pada Senin 4 Maret 2024.
Pada hearing yang dihadiri puluhan pengurus dan anggota LSM Kasta NTB tersebut, didapatkan sejumlah pak, bahwa ternyata, pencabutan IUPJL dari PT.ESL oleh Pemkab Lotim belum ada pelaporan fisik kepada Pemprov NTB
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
“SK pencabutan dari Bupati Lotim terhadap IUPJL sampai dengan hari ini belum pernah dikirimkan pelaporan fisiknya oleh Pemda Lotim kepada Pemprov NTB,”kata Ketua Kasta NTB, Risdiana SH.MH.
Untuk itu, Kasta NTB DPD Lotim, mendorong Pemerintah Provinsi untuk melakukan evaluasi terhadap IUPJK PT.ESL dan memberikan ruang pengelolaan lahan kepada masyarakat sekitar, atau kepada investor yang memiliki modal dengan membuktikan penyetoran deposit di Bank daerah NTB.
Pada hearing tersebut, disepakati bersama bawa Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tahun 2023 belum menunjukkan keseriusan pihak PT.ESL sebagai investor.
Kasta juga mempertanyakan status jalan yang ada disekitar lokasi PT.ESL yang selama ini juga menjadi pertanyaan warga masyarakat sekitar hutan Sekaroh Lotim tersebut.
Menanggapi beberapa temuan persoalan terkait investasi PT. ESL tersebut, Kepala Bidang Planologi dan Pemanfaatan Hutan DLHK Provinsi NTB, Burhan menegaskan, bahwa akses jalan di sekitar lokasi adalah merupakan area publik yang boleh di gunakan oleh masyarakat.
Adapun tanggapan terhadap berbagai persoalan lainya, pihak DLHK Provinsi NTB akan memaparkanya pada pertemuan berikutnya, yang akan segera dijadwalkan dan mengundang kembali beberapa pihak terkait, termasuk dari PT.ESL.
“Hari ini tidak ada pihak management PT.ESL yang hadir, sehingga akan kita agendakan pertemuan lanjutan lagi, dengan menghadirkan satgas percepatan investasi NTB, Kadis DPMPTSP dan lainya,”pungkas Burhan.











