Aktivis: Najamuddin Mustafa Selevel Debat dengan Mahasiswa Bukan Bang Zul

Avatar photo

Sabtu, 16 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TALENTAFM.COM –  Aktivis mahasiswa merasa heran dengan pernyataan Anggota Komisi I DPRD NTB Najamuddin Mustafa yang lebih memilih mendukung proyek revitalisasi Kantor Gubernur NTB dibanding program yang mencerdaskan generasi seperti beasiswa untuk pelajar NTB.

Ketua KAMMI NTB, Muhammad Amri Akbar mengatakan pernyataan Najamuddin terlalu menonjolkan sikap politis. Dia merasa aneh pernyataan Najamuddin yang mengeritisi mahasiswa yang menolak revitalisasi kantor gubernur dengan menyebut mahasiswa “buta peta politik”.

Amri mengaku pernyataan Najamuddin selalu berorientasi politis, padahal sikap mahasiswa menolak revitalisasi kantor gubernur bukan soal politik praktis. Tapi sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya rasa agar pandangan yang kita sampaikan berimbang, kita harus punya titik berangkat yang sama. Meskipun beliau sebagai DPRD, jika titik keberangkatannya adalah pandangan yang bersifat politis ya mungkin dia akan lebih banyak mencari sisi-sisi kekurangan dari suatu kebijaka meskipun itu sedikit, ketimbang menyampaikan manfaat meskipun itu banyak,” ujarnya, Jumat, 15 Maret 2024.

Dia mengatakan aktivis mahasiswa selalu berimbang dalam melihat persoalan di daerah, tidak melulu hanya menggunakan kacamata politik layaknya Najamuddin.

“Menurut saya, kami di aktivis kepemudaan selalu berimbang dan objektif melihat semua hal. Memang pemerintahan Zul-Rohmi ada beberapa kekurangan tapi bukan berarti kebaikan dan kelebihannya tidak ada. Ya di mana-mana pemerinrah begitu, tidak ada gading yang tidak retak,” ujar dia.

Namun Amri mengatakan, keterbukaan, partisipasi dan akuntabilitas dari program-program Zul-Rohmi dapat terpenuhi.

“Tapi dalam melihat hal itu kan kita bisa pakai standar dan pedoman umum, seperti keterbukaan, partisipasi dan akuntabilitas dari program-program yang dijalankan. Dan selama pemerintahan Zul – Rohmi itu semua terpenuhi,” ujar dia.

Baca Juga :  Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia

Najamuddin Bagian dari Kebijakan

Dia merasa aneh Najamuddin baru berbicara sekarang soal kebijakan yang dinilai tidak sejalan dengan keinginannya. Najamuddin lebih mendukung revitalisasi kantor Gubernur NTB daripada program beasiswa. Najamuddin juga baru saat ini mengeritisi kebijakan era Zul-Rohmi padahal jauh sebelum itu saat Zul-Rohmi menjabat, Najamuddin merupakan anggota DPRD yang memiliki andil terkait kebijakan anggaran.

“Om Najam yang sebagai anggota DPR justru aneh kalau baru sekarang ribut-ribut lagi, kan DPR itu bagian dari pemerintah daerah juga yang sama-sama punya andil dalam setiap kebijakan dan keputusan politik yang ada termasuk perihal anggaran daerah,” kata dia.

Baca Juga :  Seorang WNA Ungkap Praktik Nominee di Kuta Lombok Hantui Investasi

Amri juga merasa lucu jika Najamuddin membandiungkan program Zul-Rohmi semasa pandemi dan bencana dengan program Pj Gubernur NTB saat finansial NTB mulai membaik.

“Menurut saya, ya enggak aple to aple aja kalau membandingkan keadaan fiskal daerah priode 2018 – 2023 dengan sekarang. Ya mungkin beliau lupa kalau tahun – tahun itu kan tahun sulit bagi NTB, ada gempa bumi dan covid 19. Beliau jangan pura-pura lupa juga dong,” ujar dia.

Lebih jauh Amri meminta Najamuddin berdebat dengan mahasiswa ketimbang menantang Bang Zul yang merupakan rakyat biasa saat ini.

“Gak usah tantang Dr. Zul untuk berdebat. Sekarang beliau rakyat biasa. Anggota DPR mending debatnya sama pemuda atau mahasiswa ajalah, terutama yang merasakan bagaimana manfaat besar dari program -program pemerintahan Zul-Rohmi,” tandasnya.

TALENTA FM TERKAIT

Sidang Korupsi DLH Lombok Tengah, Diduga Ada Hubungan Darah Hakim dan Pengacara
Selamat Hari Radio Ke -81 Tahun, Radio Harus Berdaulat di Tengah Gempuran Platform Digital
Pendemo Dituding Minta Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp
Tampang Sangar!  Kasta NTB Beri Dukungan Kejati NTB Dengan Buket Bunga Cantik Merekah
Oknum Pemdes Selong Belanak, Kembalikan Dugaan Uang Pungli ke Korban
APBD Perubahan NTB 2026 Disinyalir Defisit Rp 300 Miliar
Ketika Opini Menjadi Hakim, Hukum Bukan Soal Viral di Ruang Publik
Pengamat: Pathul Bahri Punya Empat Modal Besar Pimpin KONI NTB

TALENTA FM TERKAIT

Selasa, 22 September 2026 - 23:53 WITA

Sidang Korupsi DLH Lombok Tengah, Diduga Ada Hubungan Darah Hakim dan Pengacara

Jumat, 11 September 2026 - 09:15 WITA

Selamat Hari Radio Ke -81 Tahun, Radio Harus Berdaulat di Tengah Gempuran Platform Digital

Selasa, 8 September 2026 - 19:44 WITA

Pendemo Dituding Minta Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp

Rabu, 2 September 2026 - 18:01 WITA

Tampang Sangar!  Kasta NTB Beri Dukungan Kejati NTB Dengan Buket Bunga Cantik Merekah

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:52 WITA

Oknum Pemdes Selong Belanak, Kembalikan Dugaan Uang Pungli ke Korban

TALENTA FM TERBARU