TALENTAFM.COM – Kasta NTB DPD Kota Mataram, mengapresiasi razia yang digelar Direktorat Narkoba Polda NTB yang menyisir beberapa klub malam di wilayah Kota Mataram.
Keberhasilan aparat dari kepolisian polda NTB menangkap beberapa terduga pelaku pemakai narkoba dalam operasi tersebut, membuktikan bahwa tempat-tempat hiburan malam di Kota Mataram, adalah “ladang empuk” bagi para pelaku kejahatan narkoba untuk memasarkan barang haram tersebut.
“Kami berharap, operasi sejenis bisa terus dilakukan oleh jajaran polda NTB untuk mempersempit ruang gerak para pengedar narkoba di wilayah Kota Mataram,”kata Daeng Sabana Baasyir selaku Ketua Kasta NTB DPD Kodya Mataram.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, pihaknya juga mendesak Pemerintah Kota Mataram untuk melakukan penindakan terhadap para pemilik jasa hiburan malam, yang kini menjamur di seantero penjuru kota yang diduga tidak punya izin usaha.
“Hal ini untuk memudahkan pengawasan dan pembinaan, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemerintah kota, tidak abai dengan keberadaan tempat hibutan malam yang tumbuh dengan jumlah sangat massif akhir-akhir ini,”imbuh Daeng, sapaan akrabnya.
Hal ini lanjut Daeng, juga berkaitan dengan penegakan perda dan peraturan Walikota baik itu menyangkut perizinan serta pengendalian peredaran minuman beralkohol yang diduga tidak dipunyai oleh sebagian besar para pelaku usaha hiburan malam di Kota Mataram.
“Kami meminta Dinas perizinan dan Sat pol PP untuk rutin melakukan pengecekan keabsahan dokumen legalitas usaha, baik itu berkaitan dengan SITU MB, maupun SIUP MB yang wajib dipenuhi oleh seluruh pemilik usaha hiburan malam yang menyediakan minuman beralkohol,” tandas Daeng.
Karena di dalam perda kota maupun peraturan wali Kota Mataram, jelas mengatur soal bagaimana, seperti apa dan kapan saja minuman berallkohol ini bisa diperjual belikan.
Pemerintah Kota Mataram, juga diminta Kasta NTB untuk berani menyisir legalitas diskotik- diskotik yang membuka dan menyiapkan jasa hiburan malam sampai pagi hari.
“Jangan hanya melakukan razia ke kafe-kafe tuak pinggiram kota, karena tentu kami tidak ingin kota mataram yang identik dengan masyarakat yang relijius, yang juga adalah pusat pendidikan di NTB ini, justru berubah warna menjadi kota maksiat dan wisata birahi malam, serta sentra peredaran narkoba di NTB,”pungkas Daeng.











