Air PDAM di Penujak Sudah Kembali Jernih, Tingkat Kekeruhan Tercatat 2,52 NTU

Avatar photo

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TALENTAFM COM – Perumdam Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah memastikan kualitas air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan di wilayah Desa Penujak telah kembali normal setelah sempat mengalami kekeruhan beberapa hari lalu.

Hasil pemantauan terbaru menunjukkan tingkat kekeruhan air berada pada angka 2,52 Nephelometric Turbidity Unit (NTU). Nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas maksimum 5 NTU sesuai standar kualitas air, sehingga memenuhi persyaratan parameter kekeruhan yang berlaku.

Kepala Bidang Produksi Perumdam Tirta Ardhia Rinjani, Aan Alfian, ST saat dikonfirmasi pada Rabu (29/7/2026) mengatakan bahwa pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat sejak keluhan pertama diterima.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Begitu menerima laporan, kami langsung mendapat instruksi dari Bapak Direktur Utama untuk turun ke lokasi terdampak. Kami segera melakukan penyesuaian proses pengolahan di Water Treatment Plant (WTP) Penujak dan memperkuat monitoring kualitas air hingga kondisi distribusi kembali normal,” ujarnya.

Menurut Aan, hasil pengukuran menggunakan Turbidity Meter menunjukkan kualitas air yang saat ini didistribusikan kepada pelanggan berada dalam kategori baik.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil pengukuran terbaru, tingkat kekeruhan air tercatat 2,52 NTU. Angka ini masih di bawah batas maksimum 5 NTU sehingga memenuhi standar kualitas air. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas air agar tetap aman, jernih, dan memenuhi standar pelayanan kepada seluruh pelanggan,” katanya.

Aan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan kualitas air yang sempat terjadi. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh faktor alam dan perubahan pola pengambilan air baku yang berada di luar kondisi normal.

“Air baku dari Bendungan Batujai saat itu mengalami tingkat kekeruhan dan warna yang cukup tinggi. Di sisi lain, pembukaan saluran irigasi menyebabkan air baku tidak dapat masuk melalui unit pengolahan aerator sebagaimana mestinya, sehingga kami tidak memperoleh pasokan langsung dari intake bendungan. Kondisi ini membuat beban pengolahan di WTP Penujak meningkat,” jelasnya.

Meski demikian, Aan menegaskan bahwa hasil produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Penujak secara keseluruhan masih memenuhi persyaratan air bersih.

“Secara keseluruhan, kualitas produksi IPA Penujak masih memenuhi standar dengan tingkat kekeruhan di bawah 3 NTU. Hal ini juga dibuktikan melalui hasil pemeriksaan kualitas air secara rutin yang dilakukan setiap bulan oleh Dinas Kesehatan,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa keluhan kekeruhan hanya terjadi pada sebagian pelanggan, terutama yang berada di titik pelayanan paling rendah atau di ujung jaringan distribusi di WTP Penujak.

Sebagai langkah antisipasi, PDAM akan meningkatkan kegiatan flushing jaringan pipa serta pengurasan endapan (sedimentasi) secara berkala untuk menjaga kualitas air hingga ke pelanggan.

Baca Juga :  NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN

“Kegiatan flushing dan pengurasan sedimentasi akan lebih sering kami lakukan. Proses ini mungkin berdampak pada penyesuaian jam distribusi air di beberapa wilayah, namun langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kualitas air yang diterima pelanggan tetap terjaga,” pungkasnya.

Kondisi tersebut juga diakui oleh pelanggan di wilayah terdampak. Yuliani, warga Dusun Toro, Desa Penujak, mengatakan air yang mengalir ke rumahnya kini sudah kembali jernih setelah sebelumnya sempat berubah warna.

“Sekarang airnya sudah jernih. Kemarin biasanya tiba-tiba hijau begitu, tapi alhamdulillah sekarang sudah jernih,” ungkap Yuliani.

Perumdam Tirta Ardhia Rinjani mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila masih menemukan gangguan kualitas maupun distribusi air, sehingga petugas dapat melakukan penanganan secara cepat dan tepat. Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kualitas layanan dan memastikan seluruh pelanggan memperoleh air bersih yang memenuhi standar kesehatan.

TALENTA FM TERKAIT

Bank NTB Syariah Gandeng LPK LGE, Siapkan Pembiayaan KUR bagi PMI dan Peserta Magang ke Jepang
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Pecahkan Rekor 157.875 Penonton, InJourney Perkuat Mandalika sebagai Destinasi Sport Tourism Dunia dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Homologasi Grade A FIM Dikantongi, Pertamina Mandalika International Circuit Siap Tancap Gas Gelar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Riders Go to School Menyapa SDN 2 Kuta Mandalika, Lima Pembalap Moto2™️ dan Moto3™️ Bawa Semangat #IndonesianHeroes
Mataram Tumpah Ruah! Para Bintang MotoGP™️ Sapa Langsung Masyarakat NTB
Volunteer Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Dapat Perlindungan JKK dan JKM
Perhelatan GP Indonesia 2026, Dipastikan Penonton Terangkut Shuttle Bus Saat Pulang
5 Hari Jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Penggemar MotoGP Ikuti Watch Party JapaneseGP 2026 di Mataram

TALENTA FM TERKAIT

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:25 WITA

Bank NTB Syariah Gandeng LPK LGE, Siapkan Pembiayaan KUR bagi PMI dan Peserta Magang ke Jepang

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:49 WITA

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Pecahkan Rekor 157.875 Penonton, InJourney Perkuat Mandalika sebagai Destinasi Sport Tourism Dunia dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Homologasi Grade A FIM Dikantongi, Pertamina Mandalika International Circuit Siap Tancap Gas Gelar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:33 WITA

Riders Go to School Menyapa SDN 2 Kuta Mandalika, Lima Pembalap Moto2™️ dan Moto3™️ Bawa Semangat #IndonesianHeroes

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:48 WITA

Mataram Tumpah Ruah! Para Bintang MotoGP™️ Sapa Langsung Masyarakat NTB

TALENTA FM TERBARU