Ahli Waris Lahan Mandalika Terus Berjuang! Kali Ini Dengan Pasang Baliho

Avatar photo

Selasa, 3 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TALENTAFM.COM – Ahli waris lahan seluas sekitar 77 are di KEK Mandalika Lombok NTB yang diduga belum dibebaskan oleh ITDC, Selasa 3 Oktober 2023, terus berjuang melakukan perlawanan. Kali ini dengan memasang baliho di lahan tersebut.

Salah seorang Ahli Waris bernama Lalu Sukri, kepada Talenta FM mengatakan, pemasangan baliho tersebut nerupakan salah upaya pihaknya agar pemerintah serius memperhatikan aspirasi mereka, agar lahanya segera dibayarkan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dengan membanguan di kawasan tersebut, serta menjadikanya kawasan strategis khusus yang kini menjadi salah satu bagian pembangunan yang diprioritaskan pemerintah.

Namun, gagasan cemerlang dan niat mulia Presiden, kini terkesan menjadi sebuah pembangunan yang ambisius karena oknum kaki tangan Presiden yang diduga tidak melaksanakan perintah presiden untuk membangun di kawasan prioritas tersebut, tanpa sisakan masalah.

“Lahan kami ini buktinya, hingga saat ini tidak jelas penyelesainya. Pihak ITDC bersikukuh dengan alasan telah memiliki HPL, maka terkesan tidak mau membayar lahan kami,”ujar Lalu Sukri.

Baca Juga :  Proyek Pokir 400 Jutaan Mangkrak, Kasta NTB Lapor Polisi

ITDC lanjut Lalu Sukri, hingga saat ini sama sekali tidak pernah memberikan kejelasan apapun terkait lahan mereka. Pada setiap kali pertemuan dengan pihak ITDC, tak pernah sekalipun memberikan kejelasan mau membayar atau tidak, kecuali hanya berpatokan pada HPL yang telah terbit.

Dalam setiap kesempatan mediasi, selalu diceramahi soal hukum dan seolah-olah tidak melihat dari sisi kemanusiaan, bagaimana jika mereka yang menjadi korban perampasan hak-hak oleh orang lain.

Lahan 77 are milik orang tuanya yakni Almarhun Lalu Sudarmi tersebut jelas Lalu Sukri, hingga detik-detik akan meninggal dunia tahun 2017 lalu, telah berpesan kepada dirinya dan keluarga untuk menjaga lahan tersebut karena tidak pernah diperjual belikan kepada pihak manapun.

Saat itu, Almarhum juga menunjukkan berbagai bukti dan surat-surat alashak yang bisa menjadi dasar membuat surat kepemilikan. Dan salah satu bukti penting, surat pengembalian dari pemerintah yang sebelumnya telah meminjam lahan tersebut sebagai lokasi Sekolah Dasar Negeri 1 Pongos.

Baca Juga :  Dekat Dengan Rakyat, ZulUhel Kedepankan Kesetaraan

Selain itu yang paling penting tegas Lalu Sukri, lahan tersebut hingga saat ini masih dikuasi oleh pihaknya selaku ahli waris. Berbagai aktifitas sejak 25 tahun silam, hingga saat ini masih dilakukan di lahan miliknya tersebut.

“Lihat ini, saudara-saudara kami hingga saat ini masih tinggal dan mendiami rumah yang berada di lahan ini hingga saat ini. Beraktifitas di sini sampai kapanpun akan tetap dan bertahan di sini,”tegas Lalu Sukri.

Kegiatan sehari-hari ahli waris di lahan itu lanjut Sukri, memelihara beberapa ekor sapi seperti yang terlihat pada kandang-kandang sapi yang hingga saat ini masih terpelihara dengan baik di lahan tersebut.

Adapun peristiwa kekinian yang terjadi di lahanya itu lanjut Lalu Sukri, pihak ITDC merencanakan pembetonan diatas jalan yang telah membelah lahanya menjadi 2 bidang yang sebelumnya merupakan satu kesatuan.

Baca Juga :  Kemana Dukungan Pimpinan Thohir Yasin 2024? Ahmad Patoni: "Kami Keluarga di Dalam Juga Tak Pernah Tahu"

“Saat mau merabat beton jalan ini, ITDC memang pernah melakukan pertemuan dengan kami dan meminta izin untuk membeton jalan ini dengan alasan demi kepentingan umum. Tetapi kami tidak ijinkan sebelum lunas dibayar,”tutur Lalu Sukri.

Karena tidak dijinkan oleh pihaknya, pihak ITDC ternyata membangun jalan baru sehingga tidak jadi merabat beton jalan yang melalui lahanya tersebut.

Kejadian itu, membuat dirinya makin kesal, karena masalahnya sangat sederhana dengan cukup membayar lahanya, maka pihaknya selaku ahli waris akan meninggalkan lahan tersebut.

“Kami tidak akan pertahnkan lahan ini. Cukup sederhana, selesaikan lahan kami maka kami akan pergi! Tetapi kalau tidak mau diselesaikan, kami akan membangun rumah yang permanen di sini,”tandas Lalu Sukri.

Terkait persoalan tersebut, pihak ITDC melalui salah satu pejabatnya ketika dikonfirmasi via WA belum memberikan jawaban. Talenta FM juga langsung datang ke Kantor ITDC namun belum bisa menemui pejabat ITDC untuk dikonfirmasi.

TALENTA FM TERKAIT

Sidang Korupsi DLH Lombok Tengah, Diduga Ada Hubungan Darah Hakim dan Pengacara
Pendemo Dituding Minta Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp
Tampang Sangar!  Kasta NTB Beri Dukungan Kejati NTB Dengan Buket Bunga Cantik Merekah
Oknum Pemdes Selong Belanak, Kembalikan Dugaan Uang Pungli ke Korban
APBD Perubahan NTB 2026 Disinyalir Defisit Rp 300 Miliar
Warga Selong Belanak Bersama Lidik NTB Hearing di Inspektorat, Inspektur: “Kami Jadikan Prioritas Audit!”
Dugaan Kegiatan Fiktif dan Mark-up DD Selong Belanak, Lidik NTB Hearing di DPMD Loteng
Nyarlak! Kadis Koperasi Loteng Diduga Miliki Koperasi Pribadi dan Ikut Tender di Dinasnya Sendiri

TALENTA FM TERKAIT

Selasa, 22 September 2026 - 23:53 WITA

Sidang Korupsi DLH Lombok Tengah, Diduga Ada Hubungan Darah Hakim dan Pengacara

Selasa, 8 September 2026 - 19:44 WITA

Pendemo Dituding Minta Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp

Rabu, 2 September 2026 - 18:01 WITA

Tampang Sangar!  Kasta NTB Beri Dukungan Kejati NTB Dengan Buket Bunga Cantik Merekah

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:52 WITA

Oknum Pemdes Selong Belanak, Kembalikan Dugaan Uang Pungli ke Korban

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:07 WITA

APBD Perubahan NTB 2026 Disinyalir Defisit Rp 300 Miliar

TALENTA FM TERBARU