TALENTAFM.COM – Program 2024 Shell Eco-marathon memasuki tahun ke-39 yang mempertemukan pelajar dari seluruh dunia untuk mendorong batas-batas efisiensi energi dalam kompetisi.
Musim ini menyaksikan kembalinya tiga kompetisi regional, masing-masing menjadi tuan rumah Kejuaraan Regional yang epik, dan dua acara lokal.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kompetisi tahun 2024 akan memberikan peluang bagi generasi baru Changemakers muda yang brilian; dan kesempatan untuk menguji keterampilan desain, teknologi, dan teknik mereka dengan kendaraan hemat energi baik di dalam maupun di luar lintasan.
Beberapa pembaruan menarik pada Peraturan Global, perlu diperhatikan oleh semua peserta, termasuk, Tim yang turut bertarung, dapat terdiri dari siswa yang berasal dari dua sekolah berbeda. Diberikan juga tunjangan perubahan nama Tim untuk membangun merek sendiri.
Untuk perhelatan Shel Eco-marathon Regional Asia-Pacific The Middle East 2024 yang digelar di Pertamina Mandalika Internastional Sircuit di Lombok, digelar mulai rabu 2 Juli 2024 dengan sesi inpection kendaraan yang dilombakan.
Salah satu tim yang turut bertarung pada Shell Eco-marathon di Sirkuit Mandalika adalah Tim dari Akademi Komunitas Olat Maras dari Sumbawa NTB. Tim ini bertekad menalukkan Sirkuit Mandalika pada kategori Prototype Shell Eco-marathon dengan kendaraan yang super ringan dan hemat energi serta ramah lingkungan.
“Belajar pada lomba tahun lalu, kami membuat kendaraan dengan sejumlah inovasi dan desain baru yang lebih ringan,” kata Ahmad Jaya selaku Direktur Tim Akademi Oomunitas Oras Maras Sumbawa, saat ditemui di Paddock Sirkuit Mandalika.
Salah satu proses yang harus dilalui pada hari ini, adalah proses inpection kendaraan. Dimana kendaraan yang dilombakan, harus lulus inpeksi dari panitia dan harus lulus dari seabrek perayaratan yang harus dipenuhi.
Yang pasti, pihaknya tandas Ahmad Jaya, telah merancang sendiri kendaraanya sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh panitia lomba. Antara lain, harus ramah lingkungan, hemat energi, hingga bahan-bahan yang ringan. Karena, berat kendaraan juga dibatasi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
“InsyaAllah, kami kali ini akan lulus inpeksi dan bisa mengikuti lomba pada tahap berikutnya,” tandas Ahmad Jaya.
Sejumlah keunggulan dari kendaraan yang dilombakan tahun ini lanjut Ahmad Jaya, terletak pada mesinya yang penuh dengan inovasi dengan potensi penggunaan energi terbarukan di masa depan.
Untuk diketahui, puluhan tim lainya pada hari ini, juga akan melalui proses yang sama dengan tim dari Akademi Komunitas Olat Maras tersebut. Sejumlah tim dari beberapa universtas yang ada di Lombok juga turut dalam perhelatan tersebut. Salah satunya yang tak ketinggalan, tim dari Universitas Mataram.











