TALENTAFM.COM – Indeks Demokrasi Indonesia yang dirilis oleh The Economist Intelligence Unit (EIU) pada awal Februari 2023 masih tercatat kurang berkembang positif.
Indonesia berada di bawah Kolombia dan Filipina. Indonesia kini berada di peringkat ke-54 dari 167 negara dengan skor 6,71. Skor ini sama dengan indeks demokrasi tahun 2021 lalu.
Namun, peringkat Indonesia turun dari 52 ke 54. Indonesia berada di bawah Kolombia yang duduk di peringkat ke-53, yakni dengan skor 6,72. Indonesia juga berada di bawah Filipina yang berada di peringkat ke-52 dengan skor 6,73 dan Malaysia di peringkat 40 dengan skor 7,30.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berbicara demokrasi, merupakan salah satu prinsip dasar dalam tatanan sosial dan politik yang memberikan warga negara hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan,”jelas M. Riadhusyah selaku Panitia Acara Diskusi Publik Metajutidika yang rencananya akan hadirkan Rocky Gerung, Rabu 18 Oktober 2023.
Namun, demokrasi saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi hingga isu-isu sosial yang semakin kompleks.
Diskusi ini akan mengumpulkan para pemikir, akademisi, dan praktisi di berbagai bidang untuk berbicara tentang masalah-masalah ini dan merumuskan solusi yang konstruktif.
“Untuk itulah diskusi yang akan digelar tanggal 21 Oktober 2023 pukul: 14.00 – 17.00 WITA di Bonum Coffee digelar,”imbuh M. Riadhusyah.
Diskusi ini akan menjadi forum terbuka di mana peserta dapat berbagi pandangan, pengalaman, dan gagasan mereka tentang masa depan demokrasi.
“Kami berharap diskusi ini akan mendorong kerja sama pemikiran lintas pengetahuan dan kepentingan serta dapat menciptakan solusi yang inovatif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh demokrasi di Indonesia,”tandas M. Riadhusyah.
Para pembicara di acara ini selain Rocky Gerung mencakup pemikir terkemuka, akademisi, yang akan membawa wawasan berharga tentang bagaimana kita dapat membentuk masa depan demokrasi yang lebih baik dengan menghadirkan Bivitri Susanti dan Widodo Dwi Putro.
“Metajuridika mengundang semua pihak yang peduli tentang masa depan demokrasi untuk bergabung dalam acara ini. Kami yakin bahwa dengan kolaborasi dan pemikiran kritis, kita dapat menciptakan demokrasi yang lebih kuat, inklusif, dan adil,”tandas M. Riadhusyah.
Diskusi ini gratis dan kuota terbatas dimana peserta yang mendaftar akan dipilih setelah melakukan pendaftaran melalui link berikut:
http://bit.ly/diskusimeta23.











